Posted in Sajak

Sendu melulu, eh?

Kata mereka aku sendu melulu,

Itu karena tidak ku tunjukkan bahagia ku

Kata mereka aku rindu melulu,

Itu karena rinduku padanya tak ada tuntasnya

Kata mereka aku galau,

Tidak, aku hanya menikmati secangkir sendu

Advertisements
Posted in Sajak

Menyerah

Lelahku telah pada ujungnya

Geramku sudah memuncak

Sabarku habis sudah
Biarlah ku lepas

Biarlah hilang
Selanjutnya,

Ku serahkan semua pada semesta

Posted in Sajak

mati

Mati

Mungkin semuanya sudah mati sekarang

Aku pun tak tahu sejak kapan

Maafkan kalau kau mau,

Kalau tidak,

Aku pun mengerti
Kalau aku jadi kau,

Ku rasa pun aku tak akan sanggup

Terlalu menyakitkan, bukan?
Tahan lah sedikit

Kelak kan kau temukan seorang yang lebih baik dari aku

Yang mampu mengukir senyum tanpa menghadirkan sendu

Yang mampu melukis tawa tanpa menorehkan luka
Maaf

Mungkin hanya itu kata yang terucap

Lekas lah sembuh

Labuhkan hatimu ke mana kau mau

Jadilah musafir

Posted in Sajak

Nanti aku rindu

Kau datang lagi

Bukan main kau ini

Pergi sesukamu

Lantas

Tiba-tiba datang lagi

Dasar kau ini

Tapi tetap saja

Sama seperti yang lalu-lalu,

Hadirmu tetap saja ku sambut

Sama seperti yang lalu-lalu,

Kau pun tak banyak berubah

Senyummu, pandanganmu, sikapmu

Semua masih sama

Masih hal yang dulu aku sukai

Ya paling hanya rambut mu yang katamu baru kau pangkas kemarin yang berbeda,

Yang katamu aku orang pertama yang bilang rambutmu jelek

Hehehe

Pergi laginya jangan lama-lama ya

Nanti aku rindu

Posted in Sajak

aku kah?

Masihkah itu namaku,

Yang kau sebut saat berdialog dengan tuhanmu.

.
Masihkah itu aku,

Rindu yang tertulis di tiap bait sajak yang kau ciptakan di kala senja abu-abu.

.
Masihkah itu karena ku, 

Sendu yang mengganggumu di tengah keheningan malam yang membeku.

.
Adakah itu tentangku,

Kenangan yang menghantui kepalamu tiada henti yang sukar untuk kau sapu.

.
Adakah itu denganku,

Obrolan singkat yang kau nantikan tanpa jemu.

.
Adakah itu tatapanku,

Mata awas yang masih bertabur gemintang harapmu.

.
Adakah secercah milikku,

Ruang untuk ku menetap di hatimu