Posted in Sajak

Selamat!

kamu telah melewati hari-hari yang dapat dikatakan tak begitu mudah. Continue reading “Selamat!”

Advertisements
Posted in Sajak

Kepada Senja

Kau boleh rangsah sebab dipuja-puji oleh penyair ternama. Tapi bagiku, kau tak lebih adiwarna daripada Tuanku; yang bila kutatap matanya, akan menghadirkan tenteram yang kelesa sirna.

Posted in Sajak

Masih belum

Tunggu sebentar

Nanti juga aku letih

Menghadapi ketidakacuhanmu

Nanti juga aku berhenti

Menyepi 

Sendiri
Itu yang kamu tunggu, bukan?

Saat aku tak lagi bertanya bagaimana kabarmu

Saat aku tak lagi mencari keberadaanmu
Saat klta akhirnya tenggelam dalam kesibukan masing-masing

Hingga kita lupa

Melupa

Dan dilupakan

Hingga kita asing

Kemudian terasing
Kamu tunggu saja sedikit lebih lama,

Karena tenagaku masih ada

Kurasa belum waktunya untuk menyerah

Posted in Sajak

Semangatnya mati

Melantangkan semangat pun

Sekarang hanya di bibir saja

Tak ada lagi getaran-getaran

Yang mendebarkan jiwa
Tak ingin lagi berteriak

Lesu tak ada tenaga

Entah kemana semangatnya

Tak ditemukannya lagi motivasi
Raganya ada 

Namun pikiran entah kemana

Melanglang jauh

Melintasi fantasia
Semangatnya sudah mati

Tak ada tersisa

Benar benar sirna
Raganya ada

Namun seakan kasat mata

Terasing terisolasi

Sebab itu,

Semangatnya mati.
16:46, 4 mei  2017

Posted in Sajak

Sendu melulu, eh?

Kata mereka aku sendu melulu,

Itu karena tidak ku tunjukkan bahagia ku

Kata mereka aku rindu melulu,

Itu karena rinduku padanya tak ada tuntasnya

Kata mereka aku galau,

Tidak, aku hanya menikmati secangkir sendu